Algoritma adalah urutan langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Kata logis berarti nilai kebenarannya harus dapat ditentukan, benar atau salah. Langkah-langkah yang benar akan menghasilkan penyelesaian masalah dengan benar, sedangkan sebaliknya langkah-langkah yang salah tidak akan menyelesaikan masalah.
Aturan Penulisan Teks Algoritma
Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun, asalkan mudah untuk dimengerti dan dipahami. Tidak ada notasi baku dalam penulisan teks algoritma, selanjutnya disebut notasi algoritmik. Hal terpenting yang harus dipahami adalah bahwa teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun agar teks algritma lebih mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemograman, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkoresponden dengan notasi bahasa pemograman secara umum.
Notasi Algoritma
Perhatikan tabel diatas!
Perintah Read merupakan perintah kepada komputer untuk membaca input dari piranti masukkan (keyboard) sedangkan perintah Write merupakan perintah kepada komputer untuk menulis atau menampilkan ke piranti keluaran (monitor).
Perintah Read merupakan perintah kepada komputer untuk membaca input dari piranti masukkan (keyboard) sedangkan perintah Write merupakan perintah kepada komputer untuk menulis atau menampilkan ke piranti keluaran (monitor).
Contoh Penyelesaian Kasus Sederhana Algoritma
Carilah Volume Kubus jika diketahui setiap sisi kubus memiliki nilai N?
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mencari rumus untuk mencari Volume Kubus. Jika diketahui rumus Volume Kubus = sisi a x sisi b x sisi c. Maka penerapan rumus tersebut dalam sebuah algoritma dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mencari rumus untuk mencari Volume Kubus. Jika diketahui rumus Volume Kubus = sisi a x sisi b x sisi c. Maka penerapan rumus tersebut dalam sebuah algoritma dapat dilakukan sebagai berikut:
{Algoritma untuk mencari nilai volume dari sebuah kubus}
Deklarasi
sisi : integer
vol : real
Deskripsi
write ('Masukkan Nilai Sisi Kubus = ') readln (sisi)
vol = sisi x sisi x sisi
writeln ('Nilai Sisi Kubus = ',vol :8:2)
readln
end.
selamat mencoba dengan menggunakan program Pascal!
Tipe Data Sederhana
Apabila digunakan pengenal variabel di dalam program Pascal, maka variabel tersebut harus dideklarasikan terlebih dahulu. Pada waktu mendeklarasikan suatu variabel, maka harus menentukan tipe dari datanya. Tipe dari data menunjukkan suatu nilai yang dapat digunakan oleh variabel bersangkutan. Tipe data yang ada dalam Pascal dapat berupa tipe data standart, tipe data yang didefinisikan sendiri, tipe data terstruktur dan tipe pointer.
Tipe Data Standar
Tipe data Integer
Data integer merupakan nilai bilangan bulat baik dalam bentuk desimal maupun hexadesimal.
Tipe data Real
Digunakan untuk keperluan data real (pecahan). Dalam Turbo Pascal 7.1 menyediakan 5 buah jenis data real, yaitu: real, single, double, extended dan comp. Jangkauan masing-masing sebagai berikut:
Tipe data Karakter
Tipe data char merupakan tipe data yang mengandung sebuah karakter. Karakter dapat berupa sembarang elemen dalam ASCII yang ditulis diantara tanda petik tunggal.
Tipe data String
Tipe data string berupa sederetan karakter.
Tipe data Boolean
Tipe ini hanya mengenal dua buah nilai saja, yaitu true (benar) atau false (salah).
Operator
Pada tipe data bilangan bulat, riil, char, dan string dalam dilakukan operasi aritmatika dan operasi logika dengan menggunakan operator-operator tertentu sebagai berikut :
A. Operator Aritmatika
+ (tambah)
- (kurang)
* (kali)
/ (bagi)
MOD (sisa hasil bagi)
DIV (hasil bulat dari suatu pembagian)
contoh
10 + 15 (hasil : 25)
8 - 2.8 (hasil : 5.2)
10.0 / 3.0 (hasil : 3.3333...)
7.2 * 0.5 (hasil : 3.6)
10 mod 3 (hasil : 1)
20 mod 5 (hasil : 0)
10 div 3 (hasil : 3)
2 + 3 (hasil : 5)
'2' + '3' (hasil : '23')
'Manajemen' + 'Informatika' (hasil : Manajemen Informatika)
B. Operator Relational
< (kurang dari) > (lebih dari)
= (sama dengan)
contoh
4 <> 15 (hasil : False)
'A' = 'A' (hasil : True)
'Y' = 'y' (hasil : False)
C. Operator Logika

contoh
Pada algoritma atau program, misal x bernilai True dan Y bernilai False, maka :
x and y (hasil : False)
x or y (hasil : False)
x xor y (hasil : True)
(x and y) or x (hasil : False)
(x xor y) and y (hasil : False)
A. Operator Aritmatika
+ (tambah)
- (kurang)
* (kali)
/ (bagi)
MOD (sisa hasil bagi)
DIV (hasil bulat dari suatu pembagian)
contoh
10 + 15 (hasil : 25)
8 - 2.8 (hasil : 5.2)
10.0 / 3.0 (hasil : 3.3333...)
7.2 * 0.5 (hasil : 3.6)
10 mod 3 (hasil : 1)
20 mod 5 (hasil : 0)
10 div 3 (hasil : 3)
2 + 3 (hasil : 5)
'2' + '3' (hasil : '23')
'Manajemen' + 'Informatika' (hasil : Manajemen Informatika)
B. Operator Relational
< (kurang dari) > (lebih dari)
= (sama dengan)
contoh
4 <> 15 (hasil : False)
'A' = 'A' (hasil : True)
'Y' = 'y' (hasil : False)
C. Operator Logika
Operasi yang dapat dilakukan pada data bertipe boolean adalah operasi logika atau operasi boolean dengan menggunakan operator logika. Ambil x dan y adalah suatu variabel bertipe boolean. Hasil operasi x dan y ditunjukkan pada tabel berikut :
contoh
Pada algoritma atau program, misal x bernilai True dan Y bernilai False, maka :
x and y (hasil : False)
x or y (hasil : False)
x xor y (hasil : True)
(x and y) or x (hasil : False)
(x xor y) and y (hasil : False)
RUNTUNAN
Algoritma merupakan runtunan/squence satu atau lebih instruksi, yang berarti bahwa :
- Tiap instruksi dikerjakan satu per satu
- Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada instruksi yang diulang
- Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan aksi sebagaimana yang tertulis di dalam teks algoritmanya.
- Akhir dari instruksi terakhir merupakan akhir algoritma.
Langganan:
Postingan (Atom)

